Berdiri Tahun 2005
Pendiri, George Soge Soo
Pendiri, George Soge Soo
Latar belakang berdiri:
- Menyikapi situasi ibukota Jakarta yang menuntut banyak kreatifitas untuk bisa bertahan
- Keinginan untuk bisa mendayagunakan pemuda dan mahasiswa asal NTT/Nagekeo dengan segala kreatifitas dan membangkitkan spirit of entrepreneurship mereka
- Memanfaatkan “niche” (celah pasar) dan melihat peluang segmen pasar daerah
- Menciptakan sebuah wadah dengan cara yang kreatif untuk menjembatani program-program promosi wisata dengan berbagai kegiatan dan event-event
Sumber Daya Manusia
Sebagai sebuah bidang usaha yang masih membutuhkan banyak hal untuk bisa bergerak ke arah yang lebih besar, dengan segala keterbatasan kami berusaha sedapat mungkin untuk bisa mendayagunakan sumber daya yang ada dimana semua kegiatan operasional usaha diupayakan untuk bisa dikerjakan oleh kaum muda dan pelajar untuk dijadikan “part time”/paruh waktu di sela-sela kegiatan perkuliahan.
Alhasil, meskipun tidak memberikan banyak dalam hal materi, namun setidaknya bisa dijadikan sarana untuk berkumpul sambil belajar membuat sesuatu kreatifitas yang bisa menghasilkan, terlebih membangkitkan gairah enterpreunership mereka. Satu prinsip sederhana yang menjadi pedoman dalam “pemberdayaan” ini adalah: “Lebih baik memberi pancingan, daripada memberi mereka ikan”.
Pangsa Pasar
Saat ini selain merambah pasar lokal dan daerah-daerah lain di Indonesia, kami juga sudah mulai merambah pasar manca negara. Ini tentu dipermudah oleh berbagai fasilitas tekhnologi yang memungkinkan keterjalinan dengan konsumen-konsumen yang berada di belahan dunia lain.
Bidang Usaha
Event Organizer: Sebagai sebuah usaha kecil dengan basis lokal, kami mewadahi berbagai kegiatan promosi yang berkaitan dengan kebudayaan dan pariwisata dengan pendekatan dan sentuhan lokal. Dalam hal ini kami memposisikan diri sebagai partner untuk pelaksanaan kegiatan mulai dari mempersiapkan segala sarana dan prasarana serta pengadaan fasilitas pendukung promosi.
Percetakan: Dalam rangka meningkatkan output produksi serta untuk memenuhi target waktu dan kualitas, selain memanfaatkan sumber daya yang ada, saat ini kami telah menjalin kerjasama dengan beberapa percetakan besar, dengan harapan,konsumen kami bisa memperoleh yang terbaik.
Konveksi: Kebutuhan akan pakaian serta perlengkapan yang semakin hari kian meningkat mengharuskan kami untuk bisa membidik salah satu ceruk pasar (niche) yang belum dilirik banyak orang. Pasar lokal menjadi target utama kami. Hal ini tentu tidak semudah membayangkannya. Pola konsumsi masyarakat daerah yang mengalami shiftment yang cukup signifikan membuat kami harus lebih cerdik untuk bisa melakukan penetrasi. Tentu metode-metode konvensional akan sangat sulit untuk bisa menguasai pasar seperti ini. Kami dituntut untuk menciptakan sesuatu yang berbeda dan inovatif.
Visi & Misi
Sosial Ekonomi;
- Membangkitkan spirit of entrepreneurship kaum muda NTT/Nagekeo agar memiliki jiwa juang dalam menghadapi perkembangan global, sehingga mereka lebih mampu bertahan; ketika menghabiskan waktu di bangku akademis maupun ketika suatu saat kelak mereka kembali ke masyarakat.
- Memacu kreatifitas para pengusaha lokal untuk bisa menghadirkan sesuatu dengan sentuhan-sentuhan kreatif sehingga mampu untuk selalu menciptakan sesuatu yang baru.
Budaya;
- Mengenalkan NTT dan Nagekeo dengan cara yang berbeda
- Menjadi partner dalam promosi wisata yang berkesinambungan
Keterlibatan dan keikutsertaan dalam memperkenalkan budaya dan pariwisata NTT/Nagekeo;
Promosi, sebagai pendekatan jangka panjang, saat ini menduduki urutan tertinggi dalam pembahasan tentang peningkatan dan minat wisatawan. Menyadari hal ini, kami menganggap penting untuk bisa mengambil bagian dan ikut berperan meskipun hanya melalui bagian kecil, setidaknya kami bisa memulai dengan apa yang kami miliki saat ini.
Menurut kami satu kunci keberhasilan promosi pariwisata saat ini adalah “kreatif”.... bagaimana membuat promosi itu kreatif dan berbeda. Dalam situasi hiper kompetitif seperti saat ini, promosi yang “biasa-biasa” tanpa memasukan unsur-unsur kreatif akan sangat sulit untuk mencapai sasaran.
Semoga aparatur pemerintahan daerah dan pengambil kebijakan keuangan daerah lebih memihak kepada usaha-usaha kecil dan menengah.... karena, selain koperasi, “mereka”lah sesungguhnya “soko guru” perekonomian itu.
Pendugu | eNTeTe Poenya
www.pendugu.com
http://radio.pendugu.com



Post a Comment