Oleh Primus Dorimulu
Hari gini, masih ada orang Indonesia yang bertengkar soal agama.
Agama adalah soal iman dan iman adalah hal yang sangat pribadi.
Untukmu agamamu, untukku agamaku.
Mari kita mendalami agama yang kita imani,
bukan mengomentari agama yang orang lain imani.
Mempelajari agama lain penting untuk toleransi.
Mempelajari agama lain bukan untuk mendebat dengan pemeluk agama lain tentang agama orang lain.
Bagiku agama hanyalah sarana.
Agama bukan tujuan.
Tujuan hidupku adalah Allah, Tuhan Semesta Alam.
Dia yang memberikan oksigen dan hujan bagi semua orang.
Penyelenggaraan Allah sudah menunjukkan heterogenitas.
Maka janganlah menunggalkan segala sesuatu.
Pendidikan yang baik mengikis sikap monolitik.
Pendidikan yang buruk menyuburkan sikap anti-pluralitas.
Allah ""mengatasi" (atau melampaui) agama.
Maka Allah tidak sama dengan agama.
dan agama tidak sama dengan agama.
Meng-Allah-kan agama adalah sebuah kepicikan.
Allah di atas segalanya, juga di atas agama.

Post a Comment